Topik yang saya tulis berdasarkan pada 30 Days Writing Challenge, yang saya tahu dari Kevin Anggara. Tapi, berbeda dengan 30 Days Challenge—yang ditulis selama 30 hari atau sebulan penuh, saya memilih untuk menulis selama 14 hari, sebelum keberangkatan saya ke Yogyakarta, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah.
----------
Hari keduabelas, write a letter to a close friend that you lost contact with. (Tulislah sebuah surat kepada teman dekat yang sudah lost contact dengannya). Dibanding menulis surat, saya memilih untuk menulis tentangnya.
Ada kawan saya sejak TK, tapi entah bagaimana kabarnya. Dia bernama Lamhot. Dulu kami dekat, sejak TK, sebelum akhirnya berpisah dan kembali bertemu di SD Kelas IV. Waktu itu masih sekelas, tapi saat sudah SMP tidak sekelas dan (sekali lagi) kembali sekelas. Di saat orang-orang belajar di rumah, saya dengan dia berdua, mengerjakan tugas-tugas di perpustakaan. Terdengar lucu sekali. Saya saat itu memilih untuk memainkan GTA San Andreas dibanding mengerjakan tugas. Saat itu belajar daring di perpustakaan sekolah, sehingga saya menggunakan laptop.
Waktu berpindah ke kelas XI, di mana kami sebangku. Namun, muncul sebuah masalah. Wali kelas kami memutuskan untuk memisahkan kami, di mana ia duduk dengan seorang yang bisa dibilang pintar, lalu saya duduk sendiri. Dengan kondisi saya yang duduk sendiri, sudah jelas fokus saya akan terus terfokus di depan. Lalu hal-hal ini berlanjut hingga kelas XII, di mana saya masih duduk sendiri. Lamhot ini, duduknya pindah ke belakang, bersama seorang yang hobi bermain gim. Sementara saya duduk bersama seorang teman saya, sebelum akhirnya duduk sendiri lagi pada semester 2.
Masalah muncul pada masa-masa ini. Dia sepertinya terlalu fokus pada gim dan aplikasi REALITY (sejenis aplikasi untuk menjadi Vtuber, mungkin). Sehingga sejak saat itu, ia menjadi tidak fokus pada pelajarannya dan terlampau fokus pada dunianya sendiri. Sementara saya terus mencoba untuk mengerjakan tugas-tugas, dan saya sudah lulus. Dia juga lulus, tapi saya tidak tahu bagaimana kisahnya setelah lulus sekolah ini. Ia tidak tampak di sekolah, dan terakhir saya lihat, ia baru saja selesai belajar bahasa Inggris.
Yah, mau bagaimanapun kisahnya, saya mendoakan yang terbaik untuknya. Terima kasih sudah membaca dan sampai jumpa besok.
Komentar
Posting Komentar