Topik yang saya tulis berdasarkan pada 30 Days Writing Challenge, yang saya tahu dari Kevin Anggara. Tapi, berbeda dengan 30 Days Challenge—yang ditulis selama 30 hari atau sebulan penuh, saya memilih untuk menulis selama 14 hari, sebelum keberangkatan saya ke Yogyakarta, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah.
----------
Hari kesepuluh. Write about a friend who never left your side. (Tulis tentang seorang teman yang tidak pernah meninggalkan dirimu). Teman saya banyak, tapi yang baik-baik ke saya, mungkin bisa dihitung jari.
Ada tiga orang yang akan saya ceritakan.
1. Pacar saya, Kiki, sebagai seorang teman juga, yang tidak pernah meninggalkan saya. Kenal sejak 2019, membuat kami dekat sekali hingga sekarang. Dari ghibah, diskusi, atau mungkin nongkrong, selalu dilakukan kok. Ya, dia jugalah orang yang banyak mengubah saya, menjadi seorang yang percaya diri.
2. Vincent, temen yang saya kenal sejak kelas 4. Orang ini yang jadi tempat diskusi saya pula. Kadang mabar gim online, atau main gitar bersama. Sejak dahulu kami tidak sadar, kalau mamanya dan tante saya, adalah sahabat sejak SMP pula. Sebuah kebetulan.
3. Just Choo/JC, adik saya sendiri yang sudah kayak teman juga. Kadang kami diskusi (sebenarnya ghibahin guru), atau mungkin mabar gim online. Kami sudah nempel banget sejak bocah sebenarnya, cuma kadang saya atau dia yang emosi, bisa bikin kami berhenti ngomong selama sejam, setelah itu baikan kembali/
Awalnya, saya kenalin Vincent ke JC, yang akhirnya kami hanya mengobrol bertiga. Lalu, saya berpacaran dengan Kiki, dan karena saya berteman pula dengan Vincent, jadilah saling kenal. Saya masih ingat kalimat saat terakhir ketemu di Maret 2020, "2 minggu lagi ketemu ya!" 2 minggu itu berubah menjadi 2 tahun, atau mungkin 3 tahun ya. Akhirnya kemarin kita ketemu di cafe, dan mutusin ngobrol-ngobrol sebelum akhirnya saya berangkat. Bakal kangen.
Sudah pernah ke cafe sebelumnya, jadi bukan pengalaman pertama.
Terima kasih sudah membaca, sampai jumpa besok!
Komentar
Posting Komentar