Migrasi

 


Selamat datang lagi, di blog sederhana saya yang sudah tak diurus selama... kurang lebih 5 bulan. Semenjak saya mulai resmi dicap sebagai pengangguran, saya mulai luntang-lantung, mencari kesibukan yang bisa dikerjakan, dan ternyata, itu adalah.... bermain gim. Ahhhh! Rasanya membosankan sekali jika ujung-ujungnya hanya jadi tukang main gim yang tidak kenal waktu. Hingga akhirnya, saya coba tulis cerita lagi, coba beli digicam (digital camera) untuk hobi baru, dan belajar mengendarai motor gigi. 

Jadi, kenapa saya bisa kembali menulis di blog ini? Ada ceritanya. Pendek sih. Jadi, suatu hari, saya iseng membuka Chrome dan mengetik nama 'Kevin Anggara'. Secara tidak sengaja, entah kenapa saya malah mengetik blog milik Kevin Anggara, yaitu kevinanggara.com, dan saya cari-cari, hingga menemukan tulisannya yang berjudul Pindah. Sontak, saya tertarik untuk menulis artikel lagi.

Secara kebetulan, saya baru menyadari bahwa, tulisan yang saya tulis ini, tertanggal 11 Agustus 2023, berdekatan dengan tulisannya Kevin pada tanggal 8 Agustus 2015. Apakah ini sebuah konspirasi? Wowwwww! Ya, baiklah. Mari kita lanjut ke topik utama kita: Migrasi.

Saya memutuskan untuk kuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Berarti saya akan ngekos, alias hidup sendiri, mandiri, apa-apa serba sendiri. Dari bangun tidur, mandi, makan, jalan ke kampus, apa saja. Memang pada akhirnya (mungkin) semua insan akan ditakdirkan untuk sendiri, belajar untuk lepas dari orang tua dan rumah yang nyaman, mencicipi pahitnya hidup (kok kayak puisi?).

Saya akan membawa barang-barang kesayangan: walkman, mesin tik, kamera digital, gitar, bantal kecil (ya, dari dulu memang saya suka dengan itu), buku-buku bacaan yang saya suka, dan mungkin juga mama saya. Yang penting-penting saja. Kalau yang tidak mah, tidak akan saya bawa, tapi ya, semua akan berubah, karena siapa tahu saya bisa nambah barang lain.

Saya sih berharap saya akan baik-baik saja, mengingat saya adalah seorang perantauan dari pulau kecil, yang akan berhadapan dengan materi baru selama kurang lebih 4 tahun. Ya, jika menjaga diri, apa yang tidak bisa? Sudah saatnya saya belajar menahan diri dan... belajar menulis dengan pena (karena saya kesulitan menulis setelah sekian lama tidak menulis dengan pena), sebab, sudah jelas, akan banyak materi yang disampaikan dosen dan saya tulis tangan (itupun jika masih menggunakan pena dan buku).

Ya, sebagai penutup, saya ada ide untuk menulis selama 2 minggu penuh, dengan topik berbeda tiap harinya, sebagai epilog dari hidup saya selama di tempat kelahiran. Terinspirasi dari Kevin Anggara pula, dari kalimat: "Tulisan ini adalah bagian dari 30 Day Writing Challenge, di mana gue akan menantang diri sendiri untuk menulis dari topik-topik yang sudah disiapkan selama 30 hari penuh." (Baca Day 1 untuk lengkapnya). Saya juga akan mencoba push diri sendiri untuk menulis, tapi dengan jangka waktu yang singkat, kurang lebih 2 minggu, mulai dari besok, dengan topik random, bukan terstruktur seperti yang dilakukan Kevin. Semoga bisa terealisasikan dan menjadi obat bagi saya dalam bermain gim terus-terusan.

Akhir kata, jangan lupa belajar dan beribadah, karena itulah yang penting. Jangan lupa jaga kesehatan dan semoga baik-baik selalu. Udah kayak motivator, tapi ya... begitulah. Sampai jumpa.

Komentar