Topik yang saya tulis berdasarkan pada 30 Days Writing Challenge, yang saya tahu dari Kevin Anggara. Tapi, berbeda dengan 30 Days Challenge—yang ditulis selama 30 hari atau sebulan penuh, saya memilih untuk menulis selama 14 hari, sebelum keberangkatan saya ke Yogyakarta, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah.
----------
What is the biggest lesson you learned till now? (Apa pelajaran terbesar yang kamu pelajari sampai saat ini?) Mungkin maksudnya tentang pelajaran hidup.
Yang didapat selama 18 tahun hidup... waktu itu penting. Di saat saya mungkin membuang-buang waktu bermain gim, di sisi lain, teman saya sudah belajar untuk masuk ke perguruan tinggi impian mereka. Di saat saya baru mau belajar, isi otak teman saya sudah penuh dengan ilmu yang siap diuji di ulangan harian. Tandanya, bukan salah waktu, tapi salah saya. Meski demikian, saya pasti akan menyalahkan waktu karena terlalu cepat berlalu. Sayangnya, waktu tetap berjalan seperti biasa.
Di saat saya mengeluhkan, kenapa saya tidak mengobrol banyak dengan kakek saya saat ia masih ada, saya tidak boleh terus terbayang-bayang akan masa lalu. Waktu terus berjalan. Di saat saya takut akan PKKMB Universitas kelak, saya juga tidak boleh terlalu memberatkan pikiran pada itu, karena hanya akan menjadi kekuatiran dan tidak fokus.
Di sisa 2 hari ini, mungkin saya akan mengobrol lebih banyak dengan keluarga, dibanding memainkan gim. Karena mungkin saja saya hanya akan pulang ke kampung halaman 2 atau 3 kali dalam setahun, itupun jika ada waktu luang. Karena itu, waktu sangat penting. Menjadi memori atas masa lalu, atau menjadi prediksi akan masa depan. Agar tidak menjadi bayang-bayang atau kekuatiran, fokuslah pada hari ini yang sedang dijalani, karena masa lalu akan jadi pemicu, masa depan akan menjadi hasil dari apa yang sedang dikerjakan saat ini.
Tapi jujur saja, saya masih takut akan PKKMB nanti, apalagi jika saya ditunjuk. Ah, dengan segala persiapan yang matang, pasti bisa lewat. Terima kasih sudah membaca, sampai jumpa besok!
Komentar
Posting Komentar