19 April 2023, Rabu, terjadilah sebuah acara perpisahan sekolah SMA Santo Yusup yang diadakan di Aston. Ya, sudah lama sejak saya terakhir menulis artikel tentang kehidupan sekolah di awal tahun 2023, yang ternyata saya sudah lulus semenjak itu. Waktu berjalan begitu cepat tanpa saya sadari. Teman-teman semakin erat pada saya, buku semakin banyak saya beli dan saya baca. Salah satunya ialah Animal Farm-nya George Orwell yang berkisah tentang sekelompok hewan peternakan yang mengambil alih Peternakan Manor. Juga saya beli buku Catatan Seorang Demonstran oleh Soe Hok Gie (yang saya beli pada tahun 2022 lalu), dan masih akan saya coba tamatkan.
Saya menulis pada akun Instagram saya:
"Sebuah pelepasan siswa, senang sekali rasanya. Ada yang sudah berteman sejak 2014, ada juga yang baru dekat sejak 2021. Agak menyesal tidak mengobrol sejak awal ketemu, dan inilah penghabisannya. Acara yang sukses dibawakan OSIS, membuat fokus di depan selalu.
Kawan-kawan yang baik pada saya, semoga sukses dan bahagia selalu, semoga semuanya lancar tanpa masalah. 3 tahun yang begitu indah dan masih bikin kangen. Masih teringat saat 2020, saya mencari SMA, sekarang sudah (mulai) siap untuk menjalani kehidupan kuliah. Yah, saatnya saya bergerak ke depan.
Tak disangka saya berhasil mendapatkan banyak teman dalam 3 tahun ini. Dari masa saya masih bocah, ternyata sudah jadi seorang (calon) mahasiswa, dan bersiap menghadapi masa depan. Sebuah 3 tahun yang berharga sekali, semoga masih baik-baik saja. Saya doa yang baik-baik, dan semoga kita masih bertegur sapa kelak."
Sebelum yang di atas, saya sudah terlebih dahulu menulis tentang perpisahan pada 31 Maret 2023, yang berisikan:
"Sekolah SMA baru saja selesai. Semua kenang-kenangan (yang manis) terbayang kembali. Dan aku sadar bahwa semuanya akan dan harus berlalu. Tetapi ada perasaan sayang akan kenang-kenangan tadi. Aku seolah-olah takut menghadapi ke muka dan berhadapan dengan masa kini dan masa lampau terasa nikmatnya. Tetapi aku mempunyai kesadaran yang teguh bahwa 'let the dead be dead' [yang mati biarlah mati]. 'There are men and women so lonely they believe, God too lonely' [Ada pria dan wanita yang merasa begitu kesepian sehingga mereka percaya bahwa Tuhan pun kesepian].
Kutipan yang saya ambil dari buku Catatan Seorang Demonstran, tertanggal Sabtu, 5 Agustus 1961, tentang Gie yang telah lulus dari SMA Kanisius, dan siap menjadi seorang mahasiswa. Tak saya sangka, ternyata saya juga turut seperti dia. Merasakan bahwa kenang-kenangan yang indah ada dan hanya ada di SMA. Ah ... betapa indah masa SMA, meski diawali oleh 1 tahun di rumah, dan 2 tahun sisanya di sekolah, saya dan kawan-kawan tetap dekat seperti biasa dan tetap berjalan seperti biasa. Dan mungkin ini saatnya bagi saya dan kawan-kawan untuk berjalan sendiri-sendiri.
Lagu pertama yang saya ingat dan saya nyanyikan di hari ini, ialah lagu dari Bob Dylan yang berjudul "Like A Rolling Stone", yang juga ada di film GIE (2005) dan 20th Century Boys (2008). Agak senang, mendengar saya akan lulus dan menjadi seorang mahasiswa. Tapi menjadi melankolis, menyadari saya akan lulus dari sekolah. Mungkin istilahnya ialah, merdeka yang terasa pahit, tapi baik."
Perpisahan yang begitu terkenang di ingatan saya. Lagu "Ingatlah Hari Ini"nya Project Pop dan "Tujuh Belas"nya Tulus, masih membekas di ingatan saya, dan akhir-akhir ini saya putar lagunya. Ah, bikin kangen juga. Tapi, sesuai kata Soe Hok Gie: "Tetapi aku mempunyai kesadaran yang teguh bahwa 'let the dead be dead'." Biarlah apa yang lalu menjadi masa lalu, dan mari buat masa depan yang lebih baik, lewat masa sekarang yang sedang dijalani. Semoga kita semua baik-baik, hingga 4 atau 5 tahun ke depan. Semoga kita semua masih bisa bertemu nanti.
Komentar
Posting Komentar