Melawat ke Jawa - Edisi 1

Trivia: melawat menurut KBBI berarti berpergian mengunjungi negeri lain. Namun, saya gunakan sebagai arti mengunjungi daerah lain.


Hari itu, tanggal 30 Juni 2022, saya ke Batam melalui pelabuhan lokal di Karimun. Setelah makan siang di Batam, saya langsung berangkat ke Bandara Internasional Hang Nadim. Setelah berkeliling beberapa lama, dan menenangkan diri—karena saya masih tidak percaya ada di Bandara yang akan menuju Jakarta. Teng, teng! Sudah saatnya naik ke pesawat. Tidak lupa saya potret sebuah foto menggunakan handphone—yang bisa Anda lihat di galeri setelah tulisan ini selesai—dan hasilnya cukup bagus. 

Hati saya begitu berdebar, karena ada beberapa alasan. Satu, karena ini kali pertamanya saya naik pesawat setelah dua tahun tidak kemana-mana—sebab terhalang pandemi. Dua, ini adalah kali pertama saya menuju Jakarta dan Jogja. Begitu Jakarta mulai terlihat, "Wah!" teriak hati saya. Entah saya terlalu bahagia karena bisa menginjakkan kaki di Jakarta, atau karena saya akhirnya bisa ke Jogja. Biarlah itu menjadi sebuah rahasia—karena saya juga tidak tahu kenapa.

Tiba di Jakarta, disambut oleh supir kenalan, dan segera diantarkan ke Pantjoran Pantai Indah Kapuk. Begitu tiba, saya langsung berkata, "Ini mah pecinan!" Kenapa saya sebut pecinan? Karena semua isi di tempat ini, semuanya bergaya pecinan, atau yang biasa disebut Chinatown. Saya turut mencoba berbagai kuliner di sana, seperti es goyang (?) atau oyster omelette, rasanya puas! Setelah puas mencicipi, saya bersiap untuk berangkat ke Stasiun Gambir. Sialnya, saya terjebak kemacetan. Ciri khas Jakarta yang melekat, haha... 

Setelah keluar dari kemacetan di jalan tol—seingat saya jalan tol, bukan jalan raya biasa—pada jam pulang kerja, saya pun lanjut menuju Gambir, melewati gedung-gedung tinggi perusahaan, disertai neon-neon yang begitu buanyakkk. Setelah kenyang karena terpesona oleh keindahan Jakarta, saya pun tiba di Gambir. Mencetak tiket, melihat banyaknya orang yang berlalu-lalang, dan membeli makanan serta minuman, semua dilakukan untuk menunggu waktu masuk ke kereta.

Saya tak lupa memasang status di WhatsApp, dan ditanggapi beberapa teman saya yang kebetulan juga ada di Jogja. Sempat membahas masalah klitih dengan teman saya, dan membuat saya merasa merinding, takut terjadi sesuatu. Namun, semua hal buruk saya buang, dan saya pun melangkah masuk ke dalam kereta. Keretanya nyaman, bahkan diberikan sebungkus masker lengkap dengan tisu basah (?) bertuliskan "KAI" alias Kereta Api Indonesia.

Sudah malam, dan kereta pun mulai melaju, meninggalkan si Metropolitan di belakang. Saya terlelap di tengah perjalanan, berharap esok bisa bangun lebih awal, untuk melihat keadaan Jogja. Hoaaammm... Sudah saatnya tidur nih! Sampai jumpa!


Galeri Perjalanan (beserta lokasi):

1. Pelabuhan Sekupang, Batam












2. Bandara Hang Nadim, Batam













3. Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang













4. Pantjoran PIK 2, Jakarta Utara














5. Stasiun Gambir, Jakarta Pusat



Komentar