Soe Hok Gie (1942-1969)
(Soe Hok Gie, aktivis Tionghoa Indonesia yang melawan pemerintahan Soekarno masa Orde Lama dan pemerintahan Soeharto, masa Orde Baru.)
Bicara tentang Soe Hok Gie, yang pertama terlintas dipikiran pasti tidak jauh dari kata "Tionghoa" dan "Pemuda". Ya, dia adalah pemuda Tionghoa Indonesia, yang merupakan seorang aktivis dan dosen lulusan Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Ia merupakan pencetus berdirinya Mahasiswa Pecinta Alam atau yang biasa disebut Mapala UI. Hok Gie lahir di Jakarta, pada 17 Desember 1942. Ayahnya bernama Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan. Hok Gie merupakan anak keempat dari lima bersaudara, Ia juga memiliki seorang abang yang bernama Soe Hok Djin atau biasa dipanggil dengan Arief Budiman.
Hok Gie setelah menamatkan pendidikannya di jenjang SD dan SMP, ia melanjutkan pendidikannya menuju jenjang SMA. Ia bersekolah di SMA Kolose Kanisius bersama dengan abangnya. Pada masa SMA inilah, kesukaannya terhadap sastra semakin bertambah. Di jenjang ini juga, ia tertarik pada ilmu sejarah. Tak hanya sampai disitu. Ia juga mulai mengkritik Soekarno dan PKI pada masa itu melalui kritik-kritiknya yang tajam.
Hok Gie meninggal di Puncak Mahameru bersama dengan temannya yang bernama Idhan Lubis karena menghirup asap beracun. Ia meninggal pada usia 26 tahun. Besoknya, tanggal 27 Desember, ia berulangtahun. Pada akhirnya, kita kehilangan salah satu aktivis yang terkenal akan kritikan dan kata-katanya.
Ia juga banyak menulis puisi. Banyak yang saya favoritkan. Akan saya berikan salah satu puisinya dibawah ini.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.
Tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu.
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mandalawangi.
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.
Tentang tujuan hidup yang tak satupun setan yang tahu.
Mari sini sayangku.
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita tak 'kan pernah kehilangan apa-apa
Selasa, 11 November 1969
-Soe Hok Gie
Agar semakin banyak yang mengenal Hok Gie, dibuatlah film berjudul "Gie" pada tahun 2005, yang dimana Nicholas Saputra memerani Hok Gie. Filmnya bagus dan membuat saya bisa merasakan betapa kacaunya pemerintahan Soekarno pada masa itu. Sungguh film yang luar biasa.
Baik, kawan-kawan. Saya sudahi hingga disini dulu hehe, Semoga, tulisan saya bisa menemani waktu kalian dalam bersantai, ataupun dalam beristirahat. Akhir kata, saya ucapkan terimakasih karena sudah membaca hingga akhir. Terimakasih banyak.
"hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya
tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar
terimalah, dan hadapilah."
-Soe Hok Gie.


Komentar
Posting Komentar